10/02/2026

Penipuan Coretax 2026 Lewat Telepon Makin Canggih, Ini Kronologinya

Jakarta – Praktik penipuan digital yang menggunakan nama Coretax kembali meningkat dan menargetkan masyarakat luas. Pelaku memanfaatkan komunikasi jarak jauh serta teknik manipulasi psikologis untuk memperoleh akses ke data pribadi dan keuangan korban. Kondisi ini menuntut masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai pola penipuan yang berkembang.

Beberapa ciri modus penipuan yang sering muncul antara lain:

Tahapan Penipuan Berkedok Coretax

Dari sejumlah laporan yang dihimpun, aksi penipuan ini umumnya berlangsung melalui beberapa tahapan berikut:

  1. Pendekatan Awal
    Korban dihubungi melalui panggilan telepon atau pesan instan oleh pihak yang mengaku sebagai petugas pajak, layanan bantuan Coretax, atau instansi terkait lainnya. Identitas pelaku dibuat semirip mungkin dengan lembaga resmi.
  2. Penciptaan Situasi Mendesak
    Pelaku menyampaikan informasi adanya kendala pada data perpajakan korban, seperti akun bermasalah, kewajiban belum terpenuhi, atau ancaman sanksi administratif. Tekanan ini bertujuan membuat korban panik.
  3. Arahan Verifikasi Palsu
    Dengan dalih pengamanan sistem, korban diarahkan mengikuti prosedur tertentu, seperti validasi data atau pemutakhiran akun.
  4. Permintaan Instalasi Aplikasi Tidak Resmi
    Korban diminta mengunduh aplikasi melalui tautan yang dikirim pelaku. Aplikasi tersebut tidak tersedia di Play Store maupun App Store dan biasanya berbentuk file APK.
  5. Penyalahgunaan Akses Perangkat
    Setelah aplikasi terpasang, pelaku dapat memantau aktivitas ponsel, membaca pesan, mencuri kode OTP, hingga mengakses layanan perbankan digital korban.

Pola Penipuan yang Perlu Diantisipasi

  • Mengaku sebagai perwakilan lembaga resmi negara
  • Menyampaikan ancaman denda atau pemblokiran layanan
  • Meminta informasi sensitif seperti NIK, NPWP, PIN, dan OTP
  • Mendesak korban untuk segera mengikuti instruksi tanpa konfirmasi lanjutan

Manipulasi Melalui Telepon dan Social Engineering

Pelaku memanfaatkan teknik social engineering dengan cara berkomunikasi secara persuasif dan meyakinkan. Penggunaan istilah teknis, nada bicara profesional, serta sikap seolah membantu membuat korban lengah. Perlu dipahami bahwa lembaga resmi tidak pernah meminta data rahasia melalui telepon.

Risiko Aplikasi di Luar Toko Resmi

Aplikasi yang diunduh dari luar Play Store atau App Store berpotensi mengandung program berbahaya. Risiko yang ditimbulkan antara lain:

  • Kebocoran data pribadi
  • Pengambilalihan akun keuangan
  • Pengendalian perangkat tanpa sepengetahuan pengguna

Imbauan Keamanan untuk Masyarakat

Masyarakat disarankan untuk:

  • Tidak menanggapi panggilan atau pesan mencurigakan
  • Menghindari instalasi aplikasi dari sumber tidak terpercaya
  • Menjaga kerahasiaan data pribadi dan kode verifikasi
  • Segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan indikasi penipuan

Peningkatan kesadaran dan kehati-hatian di ruang digital menjadi langkah penting untuk mencegah jatuhnya korban penipuan online.